Mane Horses Mane Horses
/home / travel / Kronologi Satu Keluarga Tewas Saat...
TRAVEL

Kronologi Satu Keluarga Tewas Saat Kamping di Wisata Kledung

by Tim Redaksi Mane Horses ⎯ 2 min read ⎯ 02 Juni 2026
Garis polisi terpasang di sekitar tenda tempat satu keluarga tewas saat kamping di Temanggung

Garis polisi terpasang di sekitar tenda tempat satu keluarga tewas saat kamping di Temanggung

Peristiwa tragis menimpa satu keluarga asal Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang ditemukan meninggal dunia secara misterius saat berkemah di tempat wisata Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Berdasarkan informasi yang dihimpun, keempat korban tewas tersebut diidentifikasi sebagai Muhammad Ali Munawar (52), Maghfirah (43), Alvino Evan Hakim (16), dan Bagas Amar Hakiki (21). Liburan maut ini bermula ketika keluarga tersebut berangkat menuju Temanggung usai berbuka puasa pada malam takbir Idul Adha, Selasa (26/5/2026).

Menurut keterangan dari salah satu kerabat korban, Diana, keluarga Ali memang terbiasa bepergian untuk berwisata setiap kali momen Idul Kurban tiba karena toko grosir milik mereka sedang tutup. Namun, pada keberangkatan kali ini, mereka tidak memberitahukan tujuan spesifik perjalanannya secara mendetail kepada pihak keluarga besar. "Nggak bilang ke mana, cuma mau pergi jalan-jalan," ujar Diana saat ditemui di rumah duka.

Berdasarkan penjelasan Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Artanto, rombongan yang mengendarai mobil Honda Jazz RS putih tersebut tiba di lokasi wisata pada Selasa (26/5/2026) malam sekitar pukul 21.05 WIB. Petaka mulai terendus keesokan harinya, Rabu (27/5/2026) pukul 09.00 WIB, ketika petugas yang mengantarkan sarapan tidak mendapat respons sama sekali dari dalam tenda. Petugas kembali mengecek pada pukul 11.30 WIB untuk proses pembersihan menjelang waktu check-out, namun kondisi di dalam tenda tetap hening tanpa jawaban.

Dari pantauan redaksi, kepastian mengenai kondisi para korban baru terungkap pada sore hari sekitar pukul 15.45 WIB setelah saksi setempat memutuskan untuk membuka paksa tenda tersebut. Petugas dikejutkan dengan kondisi keempat korban yang sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Menurut pengamatan tim redaksi, kondisi di dalam tenda saat itu ditemukan masih sangat rapi, tangan para korban dalam posisi menggenggam, dan tim medis menemukan ciri-ciri mulut berbusa serta tanda-tanda hipotermia.

Menurut Kasat Reskrim Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra, indikasi awal mengarah pada dugaan keracunan dari menu barbeque yang dibawa dan dipersiapkan sendiri oleh pihak korban. Guna memastikan penyebab pasti kematian, sampel makanan tersebut kini tengah diperiksa secara intensif oleh Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah sembari menunggu hasil autopsi menyeluruh keluar.

Dari pantauan redaksi di lokasi pemakaman di Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, suasana duka mendalam menyelimuti prosesi pemakaman keempat korban yang dilakukan di bawah guyuran gerimis. Sejumlah karangan bunga dari kerabat dan institusi, termasuk dari Universitas Gadjah Mada tempat salah satu anak korban menuntut ilmu, tampak memenuhi area rumah duka sebagai ungkapan belasungkawa atas tragedi memilukan ini.

// TOPICS
#kamping_maut #temanggung #keracunan_makanan #polres_temanggung #polda_jawa_tengah #tragedi_keluarga
Peramu Jurnal Perjalanan & Budaya

Redaksi Mane Horses adalah kawan-kawan yang terlalu sering bertanya, lalu memutuskan untuk menulis. Terdiri dari jurnalis budaya, travel writer, dan pendongeng ulung yang muak dengan konten perjalanan dangkal. Kami menyajikan cerita yang mengajak pembaca berhenti sejenak, merasakan, lalu melangkah lagi. Bukan yang tercepat, tapi yang paling haus makna.