Mane Horses Mane Horses
/home / berita / Anggota The Beatles yang Sempat...
BERITA

Anggota The Beatles yang Sempat Membuat Rekan Bandnya Ketakutan

by Tim Redaksi Mane Horses ⎯ 3 min read ⎯ 22 Juni 2026
Foto arsip hitam putih anggota band legendaris The Beatles di masa awal karier mereka

Foto arsip hitam putih anggota band legendaris The Beatles di masa awal karier mereka

Sepanjang dekade penuh pergolakan dalam dominasi musikal The Beatles, selalu ada dua pemimpin yang sangat jelas di dalam grup tersebut, yaitu John Lennon dan Paul McCartney. Duo penulis lagu ini mengambil peran sebagai manajemen de facto ketika mereka datang ke sesi latihan dan studio dengan membawa seluruh materi lagu.

Berdasarkan catatan sejarah band, George Harrison dan Ringo Starr awalnya memilih untuk patuh secara diam-diam terhadap hierarki yang tidak diucapkan tersebut. Pola ini berhasil membawa kesuksesan luar biasa bagi sekelompok pemuda dari Liverpool hingga bertransformasi menjadi band terbesar yang pernah ada di dunia.

Namun, situasi tersebut mulai berubah pada akhir tahun 1960-an ketika tanda-tanda keretakan mulai muncul, terutama dari Harrison yang telah berkembang menjadi penulis lagu yang andal. Dari pantauan redaksi, meskipun dinamika internal mulai bergeser, McCartney dan Lennon tetap memegang kendali kepemimpinan yang kerap mengintimidasi rekan-rekan mereka melalui tatapan tajam atau komentar meremehkan.

Di antara semua anggota, John Lennon kemungkinan besar merupakan sosok yang paling mengintimidasi. Dia dikenal selalu berbicara apa adanya dan sangat jarang berkompromi dengan orang-orang yang memiliki pandangan berbeda darinya, termasuk dalam momen-momen ketegangan kreatif dengan sesama anggota band.

Secara mengejutkan, terdapat masa di mana Ringo Starr, yang sering dianggap sebagai anggota paling ramah di grup, justru membuat rekan-rekan bandnya merasa ketakutan. Menurut kilas balik masa lalu di The Cavern Club, Starr awalnya hanyalah seorang penonton biasa yang sering menyaksikan penampilan awal formasi kuno The Beatles.

Dalam sebuah wawancara, Ringo Starr mengenang atmosfer pertunjukan kala itu. "Suasana mereka sangat erat dan luar biasa. Namun, saya hanya duduk di depan klub dan tempat itu mulai sepi karena mereka tampil hingga jam empat pagi. Saya sering meminta lagu, tetapi saya tidak ingat satu pun lagu yang saya minta, Anda harus menanyakan hal itu kepada Paul," ujarnya.

Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa Ringo Starr bisa dibilang merupakan kritikus pertama bagi The Beatles sebelum mereka mencapai puncak popularitas. Sembari memegang segelas bir, ia kerap menguji kemampuan band tersebut dalam menghadapi gangguan dari penonton, yang tanpa disadari justru mengasah mental mereka.

Ringo Starr menambahkan, "Ketika saya bergabung dengan band, John berbicara kepada saya suatu hari. Dia berkata, "kamu tahu, kami dulu sangat takut padamu." Karena saya adalah orang itu. Saya adalah pengejek mabuk di bagian belakang. Namun ya, ada sesuatu yang menghangatkan hati saya saat melihat mereka. Dan ketika saya bermain untuk mereka saat Pete tidak bisa hadir, itu berjalan lancar."

Menurut pengamatan para pengamat musik, setelah para anggota The Beatles mengenal Ringo Starr lebih dekat, mereka segera menyadari bahwa sang penabuh drum bukanlah sosok yang harus ditakuti. Ia justru membawa pesona kepolosan yang mampu mengimbangi intensitas John Lennon serta memberikan keceriaan di saat band sangat membutuhkannya.

// TOPICS
#the_beatles #ringo_starr #john_lennon #the_cavern_club #musik_klasik #sejarah_rock
Peramu Jurnal Perjalanan & Budaya

Redaksi Mane Horses adalah kawan-kawan yang terlalu sering bertanya, lalu memutuskan untuk menulis. Terdiri dari jurnalis budaya, travel writer, dan pendongeng ulung yang muak dengan konten perjalanan dangkal. Kami menyajikan cerita yang mengajak pembaca berhenti sejenak, merasakan, lalu melangkah lagi. Bukan yang tercepat, tapi yang paling haus makna.