Mane Horses Mane Horses
/home / travel / DPR Kritik Menpar Terkait Kunjungan...
TRAVEL

DPR Kritik Menpar Terkait Kunjungan Wisman RI Paling Buncit di ASEAN

by Tim Redaksi Mane Horses ⎯ 2 min read ⎯ 21 Juni 2026
Suasana rapat kerja Komisi VII DPR RI yang mengkritik kinerja pariwisata luar negeri Indonesia

Suasana rapat kerja Komisi VII DPR RI yang mengkritik kinerja pariwisata luar negeri Indonesia

Anggota Komisi VII DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo melayangkan sejumlah kritik tajam kepada Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana dalam rapat kerja di Jakarta. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, kritik tersebut berfokus pada jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia yang dinilai masih sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara tetangga.

Yoyok pada awalnya menyoroti usulan tambahan anggaran sebesar Rp 1,99 triliun yang diajukan oleh Menpar Widiyanti. Dari pantauan redaksi, politisi tersebut menegaskan bahwa kemajuan sektor pariwisata tidak sepenuhnya bergantung pada besaran modal, melainkan pada efektivitas strategi dan kebijakan yang diterapkan pemerintah.

"Kita punya istilah tidak ada akar, rotan pun jadi. Ini negara berkali-kali njenengan sebut juga, Singapura, Thailand, Malaysia, contohnya Malaysia ini kan separuhnya dari Singapura, tapi faktanya di 2026 sekarang Singapura jadi negara nomor 1 kunjungan wisata luar negerinya ke Malaysia. Jadi, menurut saya, tidak semua tergantung dari modal, walau modal juga faktor utama," kata Yoyok saat rapat di Komisi VII DPR, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Menurut Yoyok, klaim Menpar Widiyanti yang membanggakan potensi pariwisata Indonesia berada di peringkat kedua setelah Malaysia dirasa kurang tepat. Ia menilai sektor pariwisata Indonesia saat ini masih didominasi dan ditopang oleh pergerakan wisatawan lokal, yang menurutnya hanya memindahkan perputaran uang dari masyarakat domestik saja.

Selanjutnya, Yoyok memaparkan fakta mengenai rendahnya kunjungan wisman ke tanah air yang berada di posisi kelima, atau dapat dikatakan sebagai yang paling buncit di antara negara-negara utama ASEAN. Padahal, Indonesia memiliki destinasi kelas dunia seperti Labuan Bajo, Raja Ampat, Borobudur, Bali, hingga Lombok yang sudah sangat diakui oleh komunitas global.

Berdasarkan pemaparannya, salah satu hambatan terbesar dalam mendatangkan wisman adalah tingginya biaya transportasi udara domestik serta aksesibilitas yang kurang memadai. Yoyok mencontohkan bahwa biaya penerbangan dari Singapura ke Bangkok jauh lebih murah daripada tiket perjalanan dari Jakarta menuju Raja Ampat, ditambah lagi dengan jarak tempuh dari bandara menuju objek wisata yang relatif jauh.

Oleh karena itu, DPR RI meminta Menpar Widiyanti untuk segera melakukan langkah konkret melalui koordinasi lintas instansi guna mengatasi kendala mahalnya harga avtur pesawat. Menurut Yoyok, intervensi kebijakan khusus untuk pariwisata sangat diperlukan agar daya saing industri pariwisata Indonesia bisa meningkat signifikan.

// TOPICS
#dpr_ri #kemenpar #wisatawan_mancanegara #asean #pariwisata_indonesia #widiyanti_putri_wardhana
Peramu Jurnal Perjalanan & Budaya

Redaksi Mane Horses adalah kawan-kawan yang terlalu sering bertanya, lalu memutuskan untuk menulis. Terdiri dari jurnalis budaya, travel writer, dan pendongeng ulung yang muak dengan konten perjalanan dangkal. Kami menyajikan cerita yang mengajak pembaca berhenti sejenak, merasakan, lalu melangkah lagi. Bukan yang tercepat, tapi yang paling haus makna.