Mane Horses Mane Horses
/home / berita / Prabowo Buka Bandara Husein,...
BERITA

Prabowo Buka Bandara Husein, Kertajati Terancam Tak Terpakai

by Tim Redaksi Mane Horses ⎯ 3 min read ⎯ 07 Juni 2026
Kondisi fisik bangunan luar Bandara Husein Sastranegara Bandung yang bersiap direaktivasi kembali

Kondisi fisik bangunan luar Bandara Husein Sastranegara Bandung yang bersiap direaktivasi kembali

Wacana mengenai reaktivasi kembali Bandara Husein Sastranegara untuk penerbangan komersial kini semakin menguat di tingkat pemerintahan. Langkah strategis ini mencuat menyusul adanya arahan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto yang menginstruksikan jajarannya untuk mengoptimalkan kembali fungsi sejumlah bandara di Indonesia demi mendongkrak konektivitas antarwilayah.

Merespons instruksi tegas dari kepala negara tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dilaporkan mulai mematangkan berbagai persiapan dan langkah teknis. Pembenahan ini dilakukan agar bandara yang terletak strategis di jantung Kota Bandung tersebut dapat segera beroperasi kembali untuk melayani rute penerbangan domestik maupun internasional.

Berdasarkan keterangan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, koordinasi awal dengan pihak Kementerian Perhubungan terkait rencana besar ini sudah mulai berjalan. Menurut beliau, pembahasan kelanjutan yang lebih komprehensif kini tinggal menunggu jadwal pertemuan teknis yang direncanakan berlangsung pada pertengahan Juni 2026 mendatang.

Menurut Dedi Mulyadi, salah satu aspek krusial yang wajib dipersiapkan secara matang sebelum Bandara Husein Sastranegara beroperasi penuh adalah penataan kawasan penunjang di sekitarnya. Hal ini sangat penting dilakukan terutama yang menyangkut manajemen dan rekayasa arus lalu lintas di sekitar wilayah bandara.

"Reaktivasi sudah kita komunikasikan dengan Kementerian Perhubungan, kita tinggal melakukan langkah penataan termasuk mengatur alur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan baru," kata Dedi Mulyadi saat memberikan keterangan resmi terkait proyeksi operasional bandara tersebut.

Beliau juga menambahkan bahwa pembicaraan yang lebih rinci dan mendalam dengan jajaran pemerintah pusat akan segera digelar dalam waktu dekat. Pertemuan tersebut nantinya akan menjadi penentu arah kebijakan serta regulasi strategis terkait masa depan komersial dari Bandara Husein Sastranegara.

"Saya sudah komunikasi dengan Menhub, mungkin di pertengahan Juni kita akan bahas teknis," ujar Dedi Mulyadi menjabarkan agenda pertemuan penting yang akan datang bersama Kementerian Perhubungan.

Dari pantauan redaksi, rencana pengembalian status komersial untuk Bandara Husein Sastranegara ini langsung memicu tanda tanya besar dari publik mengenai nasib Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati yang berlokasi di Kabupaten Majalengka. Sejak mayoritas penerbangan komersial dipindahkan ke Majalengka pada tahun 2023 silam, BIJB Kertajati sebenarnya diproyeksikan menjadi gerbang utama transportasi udara di Jawa Barat.

Berdasarkan pengamatan tim redaksi di lapangan, aktivitas penerbangan komersial di BIJB Kertajati sejauh ini dinilai masih berjalan lambat dan belum mampu tumbuh signifikan sesuai dengan ekspektasi awal pemerintah. Sepinya minat maskapai dan penumpang ditengarai menjadi salah satu pemicu evaluasi total ini.

Menanggapi situasi tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi memberikan sinyal kuat bahwa apabila Bandara Husein Sastranegara benar-benar dibuka kembali, maka fungsi operasional BIJB Kertajati kemungkinan besar akan berubah total dari rencana semula.

"Ya Kertajati mungkin tidak diaktifkan lagi untuk bandara komersial. Makanya kita nanti tunggu hasil pembicaraan dengan Kementerian Perhubungan di pertengahan Juni," tegas Dedi Mulyadi menutup penjelasannya mengenai masa depan penerbangan di Jawa Barat.

// TOPICS
#bandara_husein_sastranegara #bijb_kertajati #prabowo_subianto #dedi_mulyadi #kementerian_perhubungan #jawa_barat #penerbangan_komersial
Peramu Jurnal Perjalanan & Budaya

Redaksi Mane Horses adalah kawan-kawan yang terlalu sering bertanya, lalu memutuskan untuk menulis. Terdiri dari jurnalis budaya, travel writer, dan pendongeng ulung yang muak dengan konten perjalanan dangkal. Kami menyajikan cerita yang mengajak pembaca berhenti sejenak, merasakan, lalu melangkah lagi. Bukan yang tercepat, tapi yang paling haus makna.