Mane Horses Mane Horses
/home / seni / Margo Guryan: Kisah Musisi yang...
SENI

Margo Guryan: Kisah Musisi yang Menghilang Sebelum Dunia Mengakuinya

by Tim Redaksi Mane Horses ⎯ 2 min read ⎯ 21 Juni 2026
Potret penyanyi dan penulis lagu legendaris Margo Guryan pelantun lagu Take a Picture

Potret penyanyi dan penulis lagu legendaris Margo Guryan pelantun lagu Take a Picture

Kisah mengenai penyanyi sekaligus penulis lagu Margo Guryan sering kali hadir terlambat di telinga para pencinta musik modern. Namanya baru-baru ini kembali mencuat dan menjadi viral di platform TikTok, menjadi latar suara bagi video-video melankolis dari sudut pandang feminin. Di sinilah warisan musik Guryan kini menetap; sebuah kejujuran yang lembut dalam menempatkan cinta, seks, dan kehilangan di baris terdepan narasi lagunya.

Lahir dan dibesarkan di New York sejak 20 September 1937, Guryan tumbuh di lingkungan seniman dari orang tua keturunan Rusia-Yahudi yang keduanya merupakan pemain piano. Ia kemudian mendalami musik jazz dan klasik di Boston University pada tahun 1959. Bakatnya sempat "ditemukan" oleh Atlantic Records, namun proses audisi tidak resmi di depan Jerry Wexler dan Ahmet Ertegun diakuinya berjalan seperti sebuah bencana akibat ketidaksiapannya di dalam studio.

Meskipun sempat dikontrak sebagai penampil, pihak label akhirnya memposisikannya sebagai penulis lagu. Langkah ini dinilai tepat karena Guryan selalu merasa tidak nyaman tampil di atas panggung. Menurut pengakuannya kepada Psychedelic Baby, ia lebih memilih keintiman dan kesunyian dalam menulis lagu daripada harus berhadapan dengan sorotan lampu panggung.

Karier solonya baru benar-benar muncul pada tahun 1966 setelah seorang sahabat membawakannya album Pet Sounds milik The Beach Boys. Terinspirasi oleh gaya penulisan Brian Wilson, Guryan melahirkan album debutnya bertajuk Take a Picture pada tahun 1968 di bawah naungan Bell Records. Album ini memadukan fondasi jazz dengan melodi psikedelik yang manis, seperti yang terdengar dalam lagu "Sunday Morning" dan "Think of Rain".

Dari pantauan redaksi, meski album tersebut mendapat pujian kritis yang tinggi, Guryan menolak untuk melakukan tur promosi. Penolakan ini didasari oleh kecemasan panggung yang akut serta trauma melihat dampak buruk jadwal tur yang padat terhadap pernikahan pertamanya dengan musisi jazz Bob Brookmeyer. Akibat sikap radikalnya yang enggan tunduk pada tuntutan promotor dan label, pihak perusahaan rekaman akhirnya menghentikan dukungan promosi untuk album tersebut.

Setelah puluhan tahun menarik diri dan beralih profesi menjadi guru piano, musik Guryan mulai mengalami kebangkitan pada dekade 1990-an. Tim redaksi mengamati bahwa album fisik Take a Picture sempat diburu dengan harga selangit di situs eBay, yang memicu perilisan ulang pada tahun 2000. Hingga akhir hayatnya pada tahun 2021, dan lewat peluncuran album penghormatan Like Someone I Know: A Celebration of Margo Guryan pada 2024, warisan musiknya terbukti tetap abadi dan melintasi zaman.

// TOPICS
#margo_guryan #take_a_picture #musisi_jazz #tiktok_viral #pop_psikedelik #sejarah_musik #atlantic_records
Peramu Jurnal Perjalanan & Budaya

Redaksi Mane Horses adalah kawan-kawan yang terlalu sering bertanya, lalu memutuskan untuk menulis. Terdiri dari jurnalis budaya, travel writer, dan pendongeng ulung yang muak dengan konten perjalanan dangkal. Kami menyajikan cerita yang mengajak pembaca berhenti sejenak, merasakan, lalu melangkah lagi. Bukan yang tercepat, tapi yang paling haus makna.