Berdasarkan ulasan dari kritikus film Liam Gaughan, "The Furious" garapan sutradara Kenji Tanigaki merupakan sebuah perjalanan aksi yang kinetik, lugas, dan sangat menghibur tanpa membuang waktu sedetik pun. Sebagai seorang koreografer aksi dan koordinator stunt ternama, Tanigaki menunjukkan pemahaman mendalam tentang bagaimana mengeksekusi ketukan emosional yang tepat dan memadukannya dengan intensitas laga yang brutal tanpa terasa hampa.
// RELATED STORIES
Dari pantauan redaksi, film ini berfokus pada karakter Wang Wei yang diperankan oleh ahli bela diri asal China, Xie Miao. Wang Wei adalah seorang pekerja biasa yang harus kembali ke dunia kriminal bawah tanah setelah putrinya, Rainy, diculik oleh jaringan perdagangan manusia yang dikendalikan oleh pengusaha licik bernama Paklong. Dalam misi penyelamatan tersebut, Wang Wei bekerja sama dengan Navin, karakter yang diperankan oleh aktor laga asal Indonesia, Joe Taslim.
Menurut pengamatan tim redaksi, kekuatan utama film ini terletak pada performa fisik Xie Miao yang luar biasa ekspresif meskipun tampil minim dialog, serta dedikasi para seniman stunt yang mengagumkan. Setiap arena perkelahian terasa hidup dan kacau, di mana setiap objek dapat bertransformasi menjadi senjata mematikan. "Pukulan-pukulan dalam film ini terasa nyata mendarat dan para pahlawannya pun terluka, dengan adegan eliminasi yang terasa grotesk layaknya sebuah film slasher," tulis laporan tersebut.
Meskipun menuai pujian tinggi untuk sektor laga, tim redaksi mengamati adanya kelemahan pada penggambaran karakter pendukung dan antagonis yang cenderung klise. Subplot mengenai korupsi kepolisian dinilai agak amatir dengan dialog yang kurang matang. Kendati demikian, dinamika serta performa berlapis dari Joe Taslim sebagai Navin berhasil memberikan kedalaman emosional yang bergerak dan menyelamatkan momentum film ketika berinteraksi dengan Xie Miao.
Melalui proyek teranyar ini, Kenji Tanigaki yang sebelumnya dikenal lewat keterlibatannya sebagai koordinator stunt dalam "Blade II" dan "Snake Eyes: GI Joe Origins" sukses mengukuhkan posisinya. Pengamatan redaksi menyimpulkan bahwa "The Furious" menjadi sebuah contoh nyata bagaimana genre aksi murni seharusnya dieksekusi dengan energi tinggi yang konsisten.