Mane Horses Mane Horses
/home / travel / Mengenal Condet, Kawasan Bersejarah...
TRAVEL

Mengenal Condet, Kawasan Bersejarah yang Dijuluki Kampung Parfum

by Tim Redaksi Mane Horses ⎯ 2 min read ⎯ 26 Juni 2026
Deretan toko wewangian di kawasan Condet Jakarta yang dijuluki sebagai Kampung Parfum

Deretan toko wewangian di kawasan Condet Jakarta yang dijuluki sebagai Kampung Parfum

Kawasan Condet di Jakarta Timur tidak hanya identik dengan warisan budaya Betawi yang kental, melainkan juga menyimpan jejak sejarah perdagangan yang unik. Berdasarkan pantauan redaksi di lokasi, kawasan ini menyandang julukan khusus sebagai "Kampung Parfum". Sebutan melegenda ini lahir dari tradisi perdagangan wewangian yang tumbuh subur di kalangan masyarakat keturunan Arab sejak era 1970-an.

Menurut catatan sejarah setempat, deretan pedagang wewangian awalnya bermunculan secara sederhana di sepanjang jalur utama Condet. Berbeda dengan pemandangan modern saat ini yang didominasi pertokoan permanen, para pionir hulu bisnis tersebut menjajakan parfum dengan menggelar botol-botol di atas meja lapak kaki lima. Dari pengamatan tim redaksi, konsistensi para pedagang tersebut berhasil memikat pasar yang luas hingga bertransformasi menjadi roda penggerak ekonomi utama wilayah itu.

Seiring bergulirnya waktu, geliat bisnis ini tidak lagi dimonopoli oleh kelompok etnis tertentu saja, melainkan meluas ke berbagai elemen masyarakat sekitar. Salah seorang pramuniaga toko parfum di kawasan Condet, Aldi, menuturkan bahwa perkembangan pesat mulai terlihat jelas pada akhir dekade 1990-an yang awalnya hanya diprakarsai oleh segelintir toko saja.

"Dari dulu, tahun 97-an dulu tuh di pinggiran bukan toko-toko kayak gini, di pinggir-pinggir jalan gitu jualannya kayak parfum roll-on yang oles-oles. Dari situ mulai 1, 2, 3 toko jadi semua rata. Jadi dari waktu ke waktu apalagi ada Masjid Al-Hawi sering ada acara-acara maulid gitu, jadi orang berpikir pasar parfum kayaknya bagus di Condet. Jadi lama-lama orang buka toko-toko jadi lebih banyak gitu," ujar Aldi saat diwawancarai oleh detikTravel.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, toko-toko wewangian di Condet saat ini menawarkan variasi produk yang sangat masif, mulai dari minyak wangi keagamaan hingga replika aroma dari merek-merek papan atas dunia. Aldi menambahkan, koleksi duplikat (dupe) yang menyerupai aroma lansiran Dior, Bulgari, Aigner, Chanel, hingga Hugo Boss menjadi produk yang paling diburu oleh pelanggan karena harganya yang relatif ramah di kantong.

Patokan harga komoditas wewangian di sentra ini sangat bergantung pada kualitas biang yang dipilih oleh konsumen. Menurut penjelasan para pelaku usaha, harga rata-rata dipatok mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu per mililiter, di mana para pelanggan umumnya melakukan pemesanan dalam kemasan botol ukuran 30 hingga 50 mililiter.

Kini, pamor Kampung Parfum Condet dilaporkan telah menembus pasar internasional. Berdasarkan pemantauan dari aktivitas transaksi harian, konsumen yang datang berbelanja bukan lagi sekadar warga lokal Jakarta atau luar kota, melainkan pelancong mancanegara seperti dari Malaysia hingga kawasan Timur Tengah seperti Oman dan Kuwait.

// TOPICS
#condet #kampung_parfum #wisata_jakarta #sejarah_jakarta #parfum_refill #jakarta_timur
Peramu Jurnal Perjalanan & Budaya

Redaksi Mane Horses adalah kawan-kawan yang terlalu sering bertanya, lalu memutuskan untuk menulis. Terdiri dari jurnalis budaya, travel writer, dan pendongeng ulung yang muak dengan konten perjalanan dangkal. Kami menyajikan cerita yang mengajak pembaca berhenti sejenak, merasakan, lalu melangkah lagi. Bukan yang tercepat, tapi yang paling haus makna.