Reimajinasi mitologi Masters of the Universe oleh sutradara Travis Knight terbukti tampil jauh lebih baik daripada yang diperkirakan bagi sebuah film yang diadaptasi dari mainan Mattel. Berdasarkan ulasan sinema dari Liam Gaughan, adaptasi layar lebar kali ini berhasil menemukan nada yang tepat untuk era modern. Meskipun film ini menyadari sepenuhnya betapa konyolnya premis yang diangkat, karya ini tetap disajikan secara tulus di tengah tren film masa kini yang terlalu sinis.
// RELATED STORIES
Menurut pantauan redaksi, alur cerita berfokus pada dunia Eternia setelah King Randor (James Purefoy) digulingkan oleh penjahat ikonis Lord Skeletor (Jared Leto). Kekacauan tersebut memaksa sang ksatria Man-At-Arms, Duncan (Idris Elba), untuk melarikan diri, sementara putra Randor yang bernama Adam (Nicholas Galitzine) dibesarkan di Bumi dengan ingatan yang samar tentang asal-usulnya. Petualangan dimulai ketika Adam harus menemukan kembali Sword of Power bersama teman masa kecilnya, Teela (Camila Mendes).
Dari pengamatan tim redaksi, Travis Knight menggunakan pengalamannya dalam menyutradarai film animasi seperti Kubo and the Two Strings untuk menghidupkan Eternia dengan kostum mencolok, riasan teatrikal, dan CGI yang konsisten. Kehadiran Nicholas Galitzine juga memberikan karisma yang kuat pada karakter Adam, menjadikannya pahlawan yang penuh kasih namun sering kali menjadi sasaran komedi fisik yang mengocok perut.
Elemen penting lain yang membuat film berdurasi 141 menit ini bergerak cepat adalah aransemen musik dari komposer Daniel Pemberton yang berkolaborasi dengan gitaris Queen, Brian May. Sentuhan musik rock yang megah memberikan atmosfer operatik pada momen-momen aksi berskala besar, yang berpadu apik dengan penggunaan format layar Imax sepanjang film.
Selain itu, performa para aktor seperti Idris Elba dan Jared Leto juga menuai pujian tinggi. Leto dinilai sangat cocok memerankan Skeletor yang konyol namun kejam, sementara Elba memberikan kedalaman emosional pada karakter Duncan. Meskipun bagian awal film terasa sedikit canggung, secara keseluruhan Masters of the Universe dari Amazon Studios ini menjadi tontonan fantasi yang sangat berharga dan menghibur.