Mane Horses Mane Horses
/home / berita / Kisah Tragis di Balik Lagu Hit...
BERITA

Kisah Tragis di Balik Lagu Hit Terbesar The Pretenders

by Tim Redaksi Mane Horses ⎯ 2 min read ⎯ 27 Juni 2026
Penampilan grup musik rock legendaris The Pretenders pada era awal tahun 1980-an

Penampilan grup musik rock legendaris The Pretenders pada era awal tahun 1980-an

Tragedi dan kehilangan tampaknya selalu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari panggung musik dunia. Berdasarkan kilas balik sejarah musik rock, semangat punk rock yang melahirkan band-band besar seperti The Pretenders kerap membawa filosofi "hidup cepat, mati muda" yang sayangnya dijalani secara harfiah oleh sebagian penganutnya. Hal ini tercermin dari maraknya penyalahgunaan narkotika jenis heroin dan kokain yang melanda kancah musik London pada era 1970-an hingga 1980-an.

Menurut catatan perkembangannya, grup musik The Pretenders sebenarnya memiliki arah musikal yang lebih komersial dibandingkan dengan gerakan punk murni. Melalui aransemen yang digawangi oleh Chrissie Hynde, mereka sukses mencetak berbagai hit arus utama seperti "Brass In Pocket" dan "Kid" pada tahun 1979. Namun, latar belakang para anggotanya yang tumbuh di pusaran punk London membuat mereka tetap mengadopsi gaya hidup destruktif yang berbahaya.

Dari pantauan redaksi, malapetaka zat adiktif ini akhirnya menghantam internal band dengan sangat mematikan. Pada Juni 1982, gitaris utama mereka, James Honeyman-Scott, mengembuskan napas terakhir akibat ketergantungan akut terhadap kokain. Belum genap satu tahun pasca-kejadian tersebut, tepatnya pada April 1983, giliran basis Pete Farndon yang ditemukan tewas tenggelam di bak mandi rumahnya pada usia 30 tahun akibat overdosis heroin.

Berdasarkan ulasan sejarah perekamannya, lagu "Back on the Chain Gang" yang dirilis pada tahun 1982 merupakan bentuk penyaluran rasa duka dan frustrasi dari Chrissie Hynde. Proses rekaman lagu tersebut dilakukan hanya beberapa minggu setelah kematian James Honeyman-Scott. Momentum kelam ini juga bertepatan dengan pemecatan Pete Farndon dari grup akibat kecanduan parah yang dideritanya sebelum ia akhirnya menyusul sang gitaris ke liang lahat.

Menurut pengamatan tim redaksi, lagu yang ditulis oleh Chrissie Hynde ini tidak hanya berfungsi sebagai memorial bagi mendiang rekan bandnya, tetapi juga sebagai refleksi dari hubungan pribadinya yang bergejolak dengan Ray Davies. Rasa sakit yang tertuang secara jujur dalam liriknya ternyata mampu menyentuh kesadaran publik global secara emosional.

Dari pantauan redaksi terhadap tangga musik kala itu, "Back on the Chain Gang" menjelma menjadi salah satu singel paling sukses bagi The Pretenders dengan menembus posisi lima besar di Amerika Serikat dan Inggris. Lagu legendaris ini bahkan terpilih masuk ke dalam album jalur suara film karya Martin Scorsese yang berjudul The King of Comedy, sekaligus menandai era baru bagi band di tengah perombakan formasi yang dipicu oleh kepedihan.

// TOPICS
#the_pretenders #chrissie_hynde #james_honeyman-scott #sejarah_musik #kisah_tragis #rock_klasik
Peramu Jurnal Perjalanan & Budaya

Redaksi Mane Horses adalah kawan-kawan yang terlalu sering bertanya, lalu memutuskan untuk menulis. Terdiri dari jurnalis budaya, travel writer, dan pendongeng ulung yang muak dengan konten perjalanan dangkal. Kami menyajikan cerita yang mengajak pembaca berhenti sejenak, merasakan, lalu melangkah lagi. Bukan yang tercepat, tapi yang paling haus makna.