Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi telah merampungkan proyek penataan ulang kawasan Jalan H.R. Rasuna Said dan meresmikannya pada Minggu (22/6/2026). Langkah restorasi koridor utama ini diharapkan mampu memberikan wajah baru bagi pusat bisnis ibu kota. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan keyakinannya bahwa jalur protokol tersebut kini siap bertransformasi menjadi salah satu landmark atau ikon baru yang membanggakan bagi kota Jakarta.
// RELATED STORIES
Berdasarkan penuturan Pramono Anung saat menghadiri acara peresmian, penataan ini membuat lanskap tata kota menjadi jauh lebih rapi dan estetis. "Saya yakin jalan ini akan menjadi ikon baru bagi Jakarta karena semua orang melihat sekarang jauh menjadi lebih tertata, lebih rapi, bahkan di ujung ada anggrek yang dipasang secara khusus," ujar Pramono Anung di depan awak media.
Proyek rekonstruksi besar-besaran di Jalan H.R. Rasuna Said ini mencakup koridor jalan sepanjang 3,8 kilometer dengan peremajaan infrastruktur yang masif. Menurut data teknis, pengerjaan tersebut meliputi perbaikan fasilitas trotoar bagi pejalan kaki, penyesuaian elevasi antara jalur cepat dan lambat, hingga pembongkaran 109 tiang pancang monorel yang selama ini mangkrak. Berdasarkan informasi yang dihimpun, total anggaran yang digelontorkan untuk menyukseskan proyek ini mencapai sekitar Rp 91 miliar.
Dari pantauan redaksi di lokasi, peresmian wajah baru kawasan ini juga dirangkaikan dengan peluncuran nama baru untuk fasilitas transportasi umum, yakni Halte Setiabudi Integritas. Penamaan ini merupakan buah kolaborasi strategis antara Pemprov DKI Jakarta dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Langkah tersebut diambil sebagai simbolisasi edukatif guna memperkuat nilai-nilai budaya antikorupsi serta integritas di ruang publik.
Pramono Anung menegaskan bahwa pengerjaan pembenahan di kawasan Halte Setiabudi Integritas ini sama sekali tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurut pengakuannya, seluruh dana pembangunan bersumber dari skema pembiayaan kreatif berupa hak penamaan atau naming rights serta pengelolaan pendapatan iklan. "Pembiayaannya sepenuhnya dari naming rights dan iklan yang ada. Ini cara Jakarta membangun kotanya, tidak semata-mata bergantung pada APBD tetapi kami beri kesempatan kepada naming rights," katanya.
Menurut Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, proses pembersihan lahan dari 109 tiang monorel beton yang terbengkalai berhasil diselesaikan dalam kurun waktu satu bulan. Setelah pembersihan struktur tersebut rampung, barulah pemerintah daerah mempercepat akselerasi penataan ruang koridor jalan utama serta trotoar demi menjamin kenyamanan maksimal bagi para pengguna jalan.
Di sisi lain, dari pengamatan tim redaksi, momentum pembenahan infrastruktur ini juga bertepatan dengan perayaan hari jadi ibu kota. Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta sekaligus Ketua Panitia HUT ke-499 Jakarta, Suharini Eliawati, menjelaskan bahwa revitalisasi ini merupakan bagian integral dari transformasi Jakarta menuju kota global yang modern, terintegrasi, serta ramah lingkungan dengan daya saing tinggi.