Sejumlah destinasi wisata populer di kawasan Eropa kini tengah menghadapi peringatan cuaca panas ekstrem pada pekan terakhir Juni 2026. Berdasarkan pantauan redaksi, fenomena kubah panas atau "heat dome" yang diperparah oleh pergerakan aliran udara panas dari Sahara telah menyebabkan lonjakan suhu di beberapa negara Benua Biru tersebut hingga menembus angka di atas 40 derajat Celsius.
// RELATED STORIES
Menurut penjelasan ilmiah, fenomena "heat dome" ini terjadi ketika area bertekanan tinggi di atmosfer memerangkap udara panas di bawahnya dalam waktu yang lama, sehingga suhu permukaan terus melonjak drastis. Kondisi ekstrem tersebut mulai sangat mengganggu aktivitas harian warga lokal maupun para pelancong asing yang sedang berlibur di sana.
"Suhu 36 derajat akan sangat menyiksa," ujar Lewis Jennings, seorang data scientist yang sedang berjalan di pusat kota London, Inggris. Meskipun otoritas setempat belum mengeluarkan larangan perjalanan secara resmi ke wilayah terdampak, para wisatawan sangat diimbau untuk mematuhi aturan lokal serta menghindari aktivitas luar ruangan saat intensitas suhu berada di puncaknya.
Perancis dilaporkan menjadi salah satu negara yang menerima dampak paling parah dari gelombang panas kali ini, dengan lebih dari separuh wilayahnya kini berstatus peringatan panas merah. Berdasarkan data dari sejumlah destinasi wisata utama seperti wilayah Bordeaux, suhu udara diperkirakan dapat mencapai titik tertinggi sekitar 42 derajat Celsius.
Dari pantauan redaksi di lapangan, suhu ekstrem di Bordeaux yang menyentuh angka 41,9 derajat Celsius tersebut telah resmi memecahkan rekor panas sebelumnya. Fenomena serupa juga terjadi di kota Poitiers dengan catatan suhu mencapai 41,2 derajat Celsius, sekaligus melampaui rekor tertinggi yang pernah tercatat pada tahun 1947 silam.
Dampak mematikan dari gelombang panas ini dilaporkan telah menelan sedikitnya 18 korban jiwa di Perancis, termasuk kasus tragis dua anak yang ditemukan tidak sadarkan diri di dalam mobil. Sebagai langkah antisipasi, sejumlah sekolah di sana terpaksa ditutup sementara atau menyesuaikan jadwal kegiatan belajar mengajar demi keselamatan para siswa.
Menurut otoritas setempat di Paris, pembatasan ketat juga diberlakukan termasuk larangan konsumsi alkohol selama festival musik tahunan Fete de la Musique di ruang publik. Selain itu, beberapa resor pantai populer seperti Narbonne, Deauville, Arcachon, dan Les Sables-d'Olonne kini memperketat aturan berpakaian di luar area pantai dengan ancaman denda mencapai 150 euro.
Otoritas keselamatan sipil juga memperingatkan para pengunjung agar tidak sembarangan berenang demi menghindari kecelakaan akibat sengatan panas mendadak. "Berenanglah hanya di tempat yang diawasi," tegas juru bicara Layanan Keselamatan Sipil Perancis, Jerome Boulanger, guna mengingatkan pentingnya aspek keselamatan para wisatawan.