Meskipun dikenal luas sebagai motor utama dari salah satu band hard rock paling agresif di dunia, AC/DC, Angus Young ternyata memiliki apresiasi yang sangat tinggi terhadap dunia musik jazz. Dalam sebuah wawancara teranyar, gitaris yang identik dengan seragam sekolah ini mengungkapkan kekaguman mendalam terhadap sosok legendaris Louis Armstrong.
// RELATED STORIES
Berdasarkan penuturan Angus Young kepada Louder, ketertarikannya pada sang maestro jazz bermula sejak masa kanak-kanak saat ia diajak oleh kakak perempuan beserta suaminya untuk menyaksikan langsung penampilan Louis Armstrong. Pengalaman masa kecil tersebut diakui sangat membekas dalam ingatannya hingga membentuk sudut pandangnya dalam bermusik.
Menurut pengamatan tim redaksi, pengaruh Louis Armstrong sebenarnya secara tidak langsung mengalir dalam karya-karya AC/DC. Karakter vokal Louis Armstrong yang serak dan penuh emosi menjadi fondasi awal bagi gaya vokal rock modern yang kemudian diadopsi oleh vokalis ikonik AC/DC, seperti Bon Scott dan Brian Johnson.
Dari pantauan redaksi, cara Angus Young merangkai melodi gitar solonya juga mengadopsi teknik para tradisionalis jazz. Alih-alih hanya mempertontonkan kecepatan jari, ia lebih memilih menyusun nada-nada yang emosional dan mudah diingat oleh para pendengarnya, sebuah pendekatan yang jamak ditemukan dalam repertoar Louis Armstrong.
"Saya masih berpikir dia adalah salah satu musisi terbesar sepanjang masa. Ketika Anda mendengarkan rekaman lamanya dan mendengar musisi serta emosi di dalamnya, dan Anda menyadari bahwa teknologi di masa itu hampir tidak ada—mereka semua harus melakukannya dalam satu kali rekaman," ungkap Angus Young memuji dedikasi sang legenda.
Hubungan pengaruh antar-genre ini membuktikan bahwa batas-batas musik bersifat cair. Walau AC/DC berada di kutub hard rock yang bising dan Louis Armstrong berada di ranah jazz klasik, esensi keaslian rasa dan komitmen emosional dalam bermusik tetap menjadi benang merah yang menyatukan kedua maestro tersebut.