Brasil tidak hanya dikenal sebagai negara penghasil pesepak bola legendaris seperti Ronaldinho, tetapi juga memiliki tradisi kuliner yang sangat melekat di masyarakatnya. Salah satu yang paling populer adalah "cafezinho", sebuah istilah yang berarti "kopi kecil" dan telah menjadi simbol kehangatan serta keramahan di negeri Samba tersebut.
// RELATED STORIES
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, kopi di Brasil dikonsumsi secara teratur sepanjang hari oleh seluruh lapisan masyarakat. Dari pantauan redaksi di berbagai kawasan di Brasil, para pelancong dapat dengan mudah menemukan dispenser kopi beserta tumpukan cangkir kecil di tempat-tempat umum seperti stasiun pengisian bahan bakar (pom bensin) hingga restoran, di mana siapa saja boleh mengambilnya secara gratis.
Menurut pakar budaya, Cafezinho merupakan kopi tradisional Brasil yang disajikan dalam porsi kecil menggunakan gelas atau cangkir khusus yang disebut demitasse. Karakteristik utama dari minuman ini adalah rasanya yang sangat kuat, disajikan dalam kondisi panas, dan memiliki cita rasa yang manis.
Keunikan rasa tersebut didapatkan dari proses pembuatan tradisional, di mana air direbus bersama dengan bubuk kopi halus dan "rapadura", yang merupakan gula mentah khas Brasil. Meskipun lebih sering dinikmati sebagai kopi hitam pekat, beberapa penikmat kopi di sana juga kerap menambahkan susu atau krim untuk melembutkan tekstur dan rasanya.
Banyak orang yang kerap menyamakan Cafezinho dengan espresso karena ukurannya yang serupa. Namun, kedua jenis minuman ini sejatinya disiapkan dengan metode yang sangat berbeda. Jika Cafezinho direbus bersama gula untuk menghasilkan rasa manis yang menyatu, espresso murni dibuat dengan mengalirkan air bertekanan tinggi melalui biji kopi tanpa tambahan gula di awal prosesnya.