Aksi baku hantam yang melibatkan sejumlah warga negara asing (WNA) terjadi di kawasan Jalan Pantai Batu Bolong, Banjar Canggu, Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Bali. Berdasarkan pantauan redaksi dari rekaman video amatir yang beredar luas di media sosial, insiden tersebut menyebabkan situasi lalu lintas di sekitar lokasi terkunci dan macet total.
// RELATED STORIES
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, peristiwa keributan ini terjadi tepat di depan sebuah kafe yang sedang populer bernama Gigi Susu. Dalam tayangan video tersebut, tampak sekelompok pria asing saling dorong dan adu jotos di tengah jalan raya, dikerumuni oleh warga serta petugas keamanan setempat di antara deretan kendaraan yang berhenti.
Menurut keterangan dari Kapolsek Kuta Utara, Kompol I Ketut Sukadana, peristiwa tersebut terjadi pada Senin sore sekitar pukul 15.35 Wita. Kejadian bermula saat seorang sopir taksi yang melintas dari arah selatan ke utara mendadak diludahi oleh salah satu dari tiga WNA yang tengah mengendarai dua motor matik besar.
"Sopir taksi ini nggak terima perlakuan bule itu sehingga dikejar itu, lalu menyalip motor para bule. Mereka berhenti lah di depan Gigi Susu," ujar Sukadana saat memberikan konfirmasi mengenai kronologi awal perselisihan tersebut.
Situasi di lapangan langsung memanas ketika seorang WNA berbaju putih turun dari motornya dan langsung memukul kaca bagian belakang mobil taksi. Sopir taksi yang tidak terima dengan aksi tersebut kemudian turun dari kendaraannya hingga terlibat adu mulut yang sangat sengit dengan sang bule di pinggir jalan.
Menurut penjelasan Kompol I Ketut Sukadana, rekan WNA yang berbaju hitam sebenarnya sempat berupaya melerai perselisihan itu, namun situasi tetap saja memanas. Ketegangan sempat mereda ketika kelompok WNA tersebut berencana menyalakan motor untuk pergi meninggalkan lokasi ke arah utara.
Namun, saat mereka melintas, sopir taksi tiba-tiba melayangkan pukulan ke arah salah satu WNA berbaju hitam yang sedang berboncengan. "Karena tidak terima dipukul, kelompok WNA ini menghentikan motornya lalu terjadi aksi saling serang yang memicu keributan besar," jelas Sukadana.
Melihat baku hantam tersebut, sejumlah pengemudi ojek online (ojol) dan ojek pangkalan (opang) yang berada di sekitar lokasi langsung ikut merapat ke tempat kejadian perkara. Menurut hasil observasi di lapangan, kehadiran para pengemudi ojek ini membuat keributan semakin meluas dan melibatkan lebih banyak orang.
Beruntung, aksi saling serang ini tidak berlangsung berlarut-larut karena kesigapan petugas di sekitar lokasi. "Petugas keamanan dari pihak Gigi Susu atas nama Kanis, Donis, dan Kris langsung turun tangan melerai perkelahian massal tersebut," ungkap Sukadana lebih lanjut.
Dari pantauan redaksi, keributan akhirnya berhasil dikendalikan oleh para petugas keamanan dan kedua belah pihak memutuskan untuk langsung membubarkan diri. Rombongan WNA terpantau pergi lebih dulu ke arah utara, yang kemudian disusul oleh sopir taksi setelah situasi dipastikan benar-benar kondusif.